Untuk apa bernegara?
Ditulis oleh jtabah di/pada Nopember 29, 2006
Kawan, mohon bantu saya. Saya dihinggapi pertanyaan: “Untuk apa bernegara?”.
Kalo sekolah kan untuk pandai. Kalo makan untuk hidup. Kalo hidup untuk ibadah, dst.
Nah kalo bernegara untuk apa ya? Kalo ndak ado guna, buat apa bernegara? Thx bantuannya.
Nopember 29, 2006 pada 7:25 am
Sekolah, makan, ibadah, adalah kegiatan yang dilakukan individu untuk individu itu sendiri.
Bernegara adalah keputusan/kegiatan SEKELOMPOK orang untuk SEKELOMPOK orang
Nggak bisa ditanyakan secara individual, tentang hasilnya untuk individu.. hehehe..
Nopember 29, 2006 pada 7:26 am
wuah maafken nak, bu guru ga bisa menjawab pertanyaan yg njlimet ini, coba tanyakan ama para pendiri negara? dulu itu mereka ngediriin negara ini buat apa? bu guru mawu ngurusin temen2 yg masih kecil sajalah, biar bisa pinter..
Nopember 29, 2006 pada 7:40 am
untuk apa? jika teritori negara saja masih dipertanyakan, sepertinya sulit sekali mendapatkan jawaban
Nopember 29, 2006 pada 7:41 am
ben nggaya, iso tindak-tindak
Nopember 29, 2006 pada 7:49 am
idem karo ndoro mbilung
Nopember 29, 2006 pada 7:49 am
Untuk apa bernegara? Kadang itu bukan kemauan kita, karena ketika kita lahir sudah ada organisasi besar yang merasa berkewajiban mengurus orang-orang yang dianggap sebagai anggota — terlepas dari suka atau tidak.
Lantas ngapain ada sekelompok orang bikin negara? Mereka yakin bahwa kehidupan banyak orang, dalam wilayah yang sama, sebaiknya diatur agar tak saling merugikan (bisa juga agar tak saling menguntungkan). Atas nama cita-cita itulah maka mereka — yang merasa punya negara — merasa perlu bikin hukum untuk mengontrol perilaku setiap orang, bila perlu dengan label “kebebasan berperilaku”.
Bagaimana cara menghidar dari negara? Cari tempat yang masih tergolong terra incognita, belum diklaim oleh negara manapun, dan lebih bagus lagi kalau belum ada yang penghuni.
Setelah itu jangan bawa pasangan yang memungkinkan kita, eh Anda, berkembang biak agar tak tergoda untuk membuat embrio negara.
Nopember 29, 2006 pada 8:17 am
terimakasih semua atas bantuannya….
tadi pas maem siang, saya inget orang di kampung-kampung saya. kebayang banyak sih, hutan, jalan merah, gelap malam, tapi yang membekas adalah tiga orang anak SD berseragam putih merah, telanjang kaki, berangkat ke sekolah. Mbesok kalo saya pulang tak potretin sekolah di kampungku.
ngegirisi kawan..mereka toh sama-sama warga negara indonesia, sama kayak saya, sama kayak kita. Tapi mau sekolah aja susah. untuk apa bernegara kalo begitu.
aku hibur diriku, toh mereka (mungkin) nggak bayar pajak. Untuk apa menuntut negara. Lain dengan kita-kita yang bayar pajak. tapi pertanyaan yang sama masih hinggap dikepalaku.
Nopember 29, 2006 pada 8:34 am
pada awalnya kang, ketika negara ini didirikan, para pendiri negara punya cita cita yg mulia, agar penduduk yg nantinya menjadi rakyat, bisa terlindungi sejahtera, aman tenterem loh jinawi dan sebagainya makanya ada UUD utk menampung cita cita besar tersebut, ttp lah kok, setelahnya, malah jd ‘dolanan’ pihak pihak yg berkepentingan yg kebetulan sangat ‘greedy’ utk mengenyangkan perut mereka, meminggirkan rakyat yg hrusnya mereka pikirkan. pfiuhhh
Nopember 29, 2006 pada 8:41 am
ndak ada negara malah ndak bisa apa-apa, wong bikin akun email gratisan aja ditanyai negara apa kok, mosok harus ngapusi?
Nopember 29, 2006 pada 8:54 am
@den mbilung = lha iyo, buat identitas aja kah? Lha kalo kita ambil model uncle Tyo, idup di utan. Di kampungku deh, nggak butuh negara to? Makan ya dari hasil bumi. Rumah bikin sendiri.
Negara kayaknya cuma dibutuhkan oleh kita yang dikota ya?
Nopember 29, 2006 pada 9:28 am
Mas Tabah, sekalian saya coba memberikan komentarnya disini. Seperti yang ditulis oleh Paman Tyo, kadang tatkala lahir kita sudah ditentukan harus tinggal di negara tertentu dan menjadi warganegara tertentu karena kelahiran tersebut. Namun dengan adanya kebebasan untuk menentukan pilihan, pada akhirnya anda dapat saja pindah warganegara ke negara lain….
)
Hidup bernegara tentu dengan suatu tujuan yang didasari oleh tujuan negara itu sendiri, yang biasanya ada dalam undang-undang dasar negara tersebut. Warganegara tentunya bisa memberi masukan terhadap perubahan tujuan negara tersebut, yang secara teori dapat dilakukan melalui menyalurkan aspirasi tersebut melalui partai politik, yang nantinya akan menyuarakan suara konstituen mereka (ingat ini teori …..
Nanti deh Mas, saya coba tulis sedikit mengenai konsep “negara” ini, menarik juga. Salam.
Nopember 29, 2006 pada 10:04 am
bernegara.. pertanyaan pendek dan komentar yang panjang..
tergelitik pula untuk tanya, buat apa makan.. wong wareg ora wareg tetep ngeleh lagi.. buat apa adus.. wong nanti ya mambu kecut bin kemproh lagi.. buat apa hidup wong akhirnya mati.. kalo saya, pikir nyante saja mas.. yang penting masih normal, masih doyan wong wedok.. mau bernegara mau tidak, wong lanang tetep jodhone wong wedok.. camkan ini.. sambung ora..??
Nopember 29, 2006 pada 10:13 am
halah. kok dadi chatting ki…
tak kiro bernegara ki ben iso diapusi pemimpin.
Nopember 29, 2006 pada 10:15 am
mas tabah, agar kita diakui negara lain dan bergabung lagi dengan negara lain yang suka ngumpul itu.
kalau buat aku pribadi mah gak perlu kali ya.
Nopember 29, 2006 pada 10:28 am
ayo podo melu menyang negoroku …
repoblek bunderan hi
gak perlu uud
gak perlu dasar negoro
gak perlu polisi
seng penting udut nongkrong karo nyawang wong liwat
wes - waton pokok’e
Nopember 29, 2006 pada 11:31 am
[...] Untuk apa bernegara? Anak yang tabah itu bertanya dengan tabahnya kepada mereka yang [moga-moga] tabah juga. Mulanya dia cuma bertanya di dalam rumahnya sendiri. Eh, lah kok makbedunduk mampir ke sini. Coba Ki Sanak, apa saya ndak ikut pecas ndahe begitu tahu dia sudah datang jauh-jauh dan bertanya hal yang sama? [...]
Nopember 29, 2006 pada 11:35 am
djikaloe ik boewat mbikin account google adsense….soeda begitoe inih negaa mala tijada diakoewin kwaliteit itoe kaoewangannjah….
Nopember 29, 2006 pada 11:51 am
ki sanak, jawaban buat pertanyaan sampean tertulis di sini. lunas yo janjiku …
Nopember 29, 2006 pada 11:53 am
biar gak bernegeri
Nopember 29, 2006 pada 2:44 pm
untuk menampung warga negara dong!
*ngeloyor*
Nopember 29, 2006 pada 3:02 pm
biar ada presidennya..
Nopember 29, 2006 pada 5:49 pm
kalo pertanyaannya diganti “kenapa tidak bernegara?”…
Nopember 29, 2006 pada 6:18 pm
Kita bernegara agar kita tahu bahwa kita tak sendiri. Agar kita tahu bahwa ada hal-hal yang tak mungkin kita selesaikan tanpa kepanitiaan.
Bernegara berarti menyepakati bahwa ada panitia di antara kita, yang mengurus segala hal yang tak mungkin kita urus sendiri.
Bernegara juga menghibdarkan kita dari laku primitif.
Nopember 29, 2006 pada 11:10 pm
Anda Pernah mendengar http://www.mediamuslim.info jika belum.. coba klik sekarang.
Silahkan menyebarluaskan artikel di http://www.mediamuslim.info semoga berkenan menambahkan link http://www.mediamuslim.info di setiap Blogs dan Situs kesayangan anda
Terima Kasih Banyak
Nopember 30, 2006 pada 2:26 am
@ mayanoto, bu guru, dewi, mbilung, bahtiar, paman tyo, thamrin, kawula alit, bangsari, kw, ndoro kakung, koeaing, lutfi, -f, anang, aprian, anick, jelajahdunia = terima kasih pencerahannnya.
saya juga nanya ke temen kantor.jawabannya
1. “aku mau seneng”. tak tanya lagi: “dan negara ini sudah kasih itu seneng?” ia jawab: “sudah.” aku bilang: “selamat.”
2. iseng saja.
3. biar punya negara.
4. biar punya aturan dan tidak ada hukum rimba.
5. banyak yang mesem, guyon garing, dsb.
terimakasih pencerahannya. apapun tujuan kita bernegara, semoga kita mendapatkannya dari negara kita tercinta ini. kalo belum dapat, hayuh menuntutnya!
Desember 1, 2006 pada 4:14 am
Sama2.. padahal saya belum jawab apa2 lho.. baru ngasih ide kemana pertanyaan itu harus diarahkan.. HAHAHAHA.. Tapi dari semua ini saya paling terkesan sama jawabannya Paman Tyo dan Bu Guru
Anyway.. orang sering lupa bahwa “punya kebebasan” bukan berarti “bebas tak terbatas”. Tetap saja “kebebasan” kita dibatasi oleh “kebebasan orang lain”. Di situ fungsinya negara.. untuk menentukan batas2nya, sehingga nggak ada pihak yang rugi besar dan untung besar, tapi sama2 relatively untung ;).
Kalau negara ternyata kurang bisa memenuhi fungsinya.. yaaa.. itu masalah lain.
Eh.. pertanyaan itu sebenernya harus dijawab serius gak sih? Hehehe..
Desember 1, 2006 pada 7:17 am
@-mayanoto- = nggak usah pusing pusing bu…jawab apajalah
Desember 5, 2006 pada 11:03 am
Bernegara?
Hmm….
Sepertinya menyenangkan. Kita bikin yuks?
Agustus 13, 2007 pada 2:51 am
indonesia…
indonesia…
September 24, 2007 pada 12:17 pm
bernegara itu bertujuan untuk mengatur ketidakteraturan manusia yg ada ditempat yg berdekatan..memangnya km mau qta kyk jaman dulu,,saling memperebutkan daerah,,jd negara dpt mjd pelindung untuk warga negaranya,,stidaknya itu yg terlintas diotak saya,,