Yang menarik dari alam itu, bagian-bagian penyusunnya seperti sebuah mesin otomatis yang selalu menuju keseimbangan. Semacam mempunyai kesadaran bersama untuk selalu kembali ke dalam keseimbangan. Semacam koefisien reaktivitas negatif pada reaktor.
Nonton nasional geografi. Ada daerah diamrik sono, serigalanya punah akibat diburu. Hilangnya sang predator, membuat populasi herbivora jadi buanyak. Buanyaknya herbivor, membuat vegetasi kewalahan dalam menyuplai mangkanan buat kaum herbivor. Tumbuhan semak belukar jadi merana, jumlahnya saiprit. Ludesnya tumbuhan merusak daerah tsb.
Tahu akan permasalahan yang sebenarnya, para elmuwan mengimpor kawanan serigala dari Kanada. Masuknya kawanan pemangsa mengurangi jumlah herbivora. Tumbuhan bersuka cita. Bangkai-bangkai herbivor yang tersisa juga menjadi tempat pesta hewan lainnya, tetumbuhan juga dapet pupuk bangkainya. Daerah itu kembali menuju ke keadaan sediakala, seperti saat manusia belum ada.
Hal yang sama terjadi pada kawasan terumbu karang karibia. Hiu yang habis diburu membuat terumbu karang menjadi gersang dan matek.
Mungkin dulu waktu, manusia masih menjadi bagian kesadaran bersama ini, manusia tidak membuat kerusakan. Nah sekarang sudah mempunyai kesadaran sendiri dan lepas dari kesadaran alam bersama, manusia mbalah banyak berbuat kerusakan.
Yang menjadi faktor penyeimbang manusia apa ya?